Banyumas Extravaganza

Gelaran Budaya Banyumas untuk memperingati HUT Banyumas ke 431.

Kawah Timbang Banjarnegara

Gas beracun Kawah Timbang mengepul mengeluarkan gas beracun.

Batik Maos

Motif alam Batik Maos didominasi nuansa agraris.

Kembang Kamboja

Penjaga makam memanfaatkan waktu luang untuk mencari Kembang Kamboja.

Longsor Brebes

Tim SAR sedang mencari korban yang tertimbun longsor di Desa Plompong Brebes.

Senin, 11 Februari 2013

Soto Sutri Tanpa Kaldu Lemak

Irisan daun bawang tampak memenuhi mangkok. Satu dua daging sapi seukuran ruas jempol tangan terlihat menyembul dari sela-sela daun bawang.


Romeo-Juliet Brebes Masih Terkubur Longsor



BREBES – Tak terlintas dalam firasat Lia, 13 tahun, bahwa kakek dan neneknya benar-benar akan meninggalkan dia untuk selamanya. Tanah longsor yang terjadi Rabu (6/2) telah merenggut nyawa Sumi, 60 tahun, dan Kasrap, 70 tahun. Hingg kini jenazah kakek-nenek Lia itu masih belum bisa ditemukan.


“Mereka seperti Romeo dan Juliet, ke mana-mana selalu bersama,” kata Lia, Minggu (10/2).

Lia berkisah, kakek-nenaknya itu selalu pergi ke ladang di lembah bukit Wadas Gantung Desa Plompong Kecamatan Sirampog Brebes, bersama-sama. Bukit setinggi 150 meter itu pada Rabu lalu luruh mengubur lima orang, satu diantaranya sudah ditemukan.

Letak ladang jagung yang digarap Kasrap sekitar 50 meter dari tebing. Kini ladang itu sudah tak berbekas, terkubur sedalam empat meter.

Sehari sebelum longsor, kata Lia, kakeknya bercerita kalau ia ingin hidup dan mati bersama istrinya itu. Sambil bercanda, Kasrap berharap selalu ditemani Sumi hingga ajal memisahkan mereka.


Janiyah, 35 tahun, tetangga Kasrap mengatakan, Kasrap-Sumi merupakan dua sejoli yang tak bisa dipisahkan. “Mbah Kasrap nda mau makan kalau tidak makan bareng Mbok Sumi,” katanya.

Pernah suatu ketika, kata Janiyah, Kasrap dikirimi nasi dan lauk pauk oleh anaknya. Kasrap menolak makan karena masakan itu bukan istrinya yang membuat. Ia baru mau makan saat istrinya datang membawakan makanan untuknya.

Jika sedang sakit, kata dia, Kasrap rela tidak pergi ke ladang hanya untuk menunggui istrinya itu. “Di mana ada Mbah Kasrap, di situ ada Mbok Sumi,” kata Janiyah.

Pencarian jenazah keduanya hingga kini masih dilakukan. “Tapi hari ini dihentikan dulu karena hujan deras,” kata Kepala Desa Plompong, Nasuha.

Selain Kasrap dan Sumi, kata dia, dua jenazah lainnya yakni Radun dan Sutar hingga kini belum ditemukan. Nasuha mengatakan, pencarian akan dilanjutkan kembali pada Senin besok.

Ikhtiar Menyelamatkan Batik Banyumasan



PURWOKERTO – Alat tenun dari kayu itu terus bergerak. Memilin benang satu persatu menjadi kain lurik. Kain tenun lurik yang digunakan untuk dilukis batik itu, merupakan bentuk ikhtiar menyelamatkan Batik Banyumasan dari kepunahan.

Selasa, 05 Februari 2013

Balada Penyelamat Hutan Mangrove Nusakambangan



NUSAKAMBANGAN – Rintik hujan membuat lingkaran-lingkaran kecil memenuhi Selat Nusakambangan. Lingkaran kecil itu sedetik kemudian hilang diterjang hempasan gelombang dari perahu yang melintas. Di kanan-kiri selat, nampak hutan mangrove menghijau mulai beranjak rimbun.


Ciu Minuman Penghangat Suasana dari Banyumas



PURWOKERTO – Toples berisi air bening dan akar ginseng itu masih tertutup rapat. Plastik berwarna merah muda yang diikat karet gelang memastikan tak ada udara yang masuk. Saat dibuka, bau keras menyengat hidung. “Setengah gelas saja sudah cukup, tak perlu banyak-banyak,” kata Jasmin, Kepala Desa Wlahar Kecamatan Wangon Banyumas, Senin (1/10).