Jumat, 19 April 2013

Sejumlah 49 Nelayan Cilacap Hilang di Sekitar Pulau Christmas



CILACAP – Pencarian 49 nelayan asal Cilacap yang diterjang Badai Victoria pada Selasa (9/4) malam terus dilakukan oleh nelayan. Pemerintah maupun Tim SAR tak mampu menjangkau lokasi tenggelamnya empat kapal yang membawa 72 anak buah kapal itu.

“Dari proses evakuasi yang dilakukan nelayan, 22 ABK berhasil diselamatkan dan satu ditemukan meninggal dunia,” kata Koordinator Basarnas Pos Cilacap, Tri Joko Priyono, Jumat (19/4).

Empat kapal itu, Tri merinci, yakni kapal Evani 1 dengan bobot mati 87 gross ton. Kapal ini membawa 34 ABK. Dari jumlah itu, delapan ditemukan selamat dan satu orang ditemukan meninggal dunia.

Kapal kedua, Tri melanjutkan, yakni kapal Putra Madura dengan bobot mati 28 gross ton. Kapal ini membawa 16 ABK. Dari jumlah itu, 14 ditemukan selamat dan dua ABK masih dalam pencarian.

Kapal selanjutnya yakni kapal Horizon Jaya Abadi dengan bobot mati 28 gross ton. Membawa delapan ABK, semuanya belum ditemukan. Kapal terakhir yakni kapal Anita Jaya 2 dengan bobot mati 28 gross ton. Membawa 14 ABK dan masih hilang semua.

Tri mengatakan, Basarnas tak mampu melakukan evakuasi karena jauhnya lokasi. Lokasi kejdian diperkirakan sejauh 350 kilometer dari Cilacap.

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap Indon Cahyono mengatakan,  kapal tersebut berasal dari Cilacap, tiga di antarnya jenis longline milik Cong Wan jenis longline dan satu kapal purseine milik Ce Ce. “Dari informasi yang ada, sebagian besar diturunkan di Pelabuhan Ratu Jabar. Namun, tidak tahu nanti, apakah ada yang akan dibawa ke Cilacap,”katanya.

Menurut Indon, peristiwa tenggelamnya empat kapal tersebut terjadi pada Selasa malam akibat terjangan badai Victoria yang ketinggiannya mencapai 7 meter.  

Mantan Ketua Asosiasi Pengusaka Kapal Penangkap Ikan Cilacap, Sanpo mengatakan, keempat kapal itu  berangkat dari Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap (PPSC), sekitar 2 bulan silam. Dari keempat kapal tersebut, tiga kapal merupakan jenis kapal longline untuk menangkap ikan jenis tuna, sedangkan satu kapal lainnya merupakan kapal jenis pursuim yang biasanya digunakan untuk menangkap ikan jenis Cakalang.

Dia juga membantah bila kapal-kapal tersebut tenggelam di sekitar perairan Pulau Christmas yang masuk teritori Australia. ''Nelayan kita tidak ada yang berani kalau sampai masuk ke wilayah perairan negara lain,'' katanya.

ARIS ANDRIANTO

0 komentar:

Posting Komentar