Jumat, 19 April 2013

Tasripin Menangis Mendapat Hadiah dari Presiden



PURWOKERTO – Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi, Hariyanto mendatangi rumah Tasripin di Desa Gunung Lurah Kecamatan Cilongok Banyumas. Tangisan haru membuncah di sudut mata Tasripin saat segepok uang bantuan Presiden SBY diserahkan oleh Hariyanto.

“Ini dari  Bapak Presiden, digunakan sebaik-baiknya. Sekolah yang rajin ya,” ujar Hariyanto saat menyerahkan segepok uang yang terbungkus dalam amplop coklat itu, Jumat (19/4).

Hariyanto diutus khusus Presiden SBY untuk melihat kondisi Tasripin. Ia datang dari Jakarta menggunakan kereta api.

Dari Purwokerto, Hariyanto langsung meluncur ke rumah Tasripin yang jaraknya mencapai 22 kilometer. Untuk menuju ke rumah Tasripin, harus menempuh jalan yang sangat terjal dan membahayakan. Terutama saat hujan turun.

Kepada Hariyanto, Tasripin mengungkapkan mengapa ia menangis. “Saya senang. Terimakasih bantuannya,” kata bocah 12 tahun yang merawat ketiga adiknya sendirian itu. Ibunya sudah meninggal dan ayahnya bekerja di Baturraden.

Sebelum kembali ke rumahnya, Tasripin dan adiknya sempat diinapkan di Hotel Wisata Niaga. Berbagai jajanan yang tak pernah ia cicipi, dicobanya. Termasuk es krim yang baru pertama kali ia nikmati. “Ini baru pertama kali saya makan es krim,” kata Dandi, adik Tasripin.

Selama di Purwokerto, penampilan Tasripin dan adiknya bertambah bersih. Tak kusut lagi. Pakaian yang dikenakan juga berganti-ganti.

ARIS ANDRIANTO


Tasripin Senang Dihadiahi Kambing
Bantuan terus mengalir kepada Tasripin. Mulai dari barang-barang hingga uang puluhan juta rupiah. Tapi, Tasripin mengaku paling suka mendapat bantuan kambing.

 “Wah senang sekali bisa dapat kambing,” kata Tasripin, Jumat (19/11).

 Tasripin, 12 tahun, bocah asal Desa Gunung Lurah Kecamatan Cilongok Banyumas harus mejaga dan menjadi kepala keluarga untuk ketiga adiknya. Ibunya sudah meninggal dunia saat menambang pasir. Sementara kakak tertuanya dan ayahnya bekerja di Kalimantan.



Saat ini Tasripin menginap di Hotel Wisata Niaga Purwokerto. Rumahnya direnovasi tentara agar layak dihuni. Ayahnya sedang dalam perjalanan pulang dari Kalimantan.



Tasripin mengaku sangat kangen dengan ayahnya. Ia tak sabar ketemu ayah yang sudah meninggalkannya selama delapan bulan. “Saya ingin bareng bapak lagi di rumah,” katanya.



Komandam Kodim 0701 Banyumas, Letkol Infantri Helmi Tachejadi Soerjono saat menjenguk Tasripin di hotel mengatakan, Tasripin akan dibawa kembali ke rumah setelah renovasi. “Hari ini Tasripin akan dibawa kembali ke rumah agar dia bisa menyesuaikan dengan lingkungannya,” kata Helmi.



Ia mengatakan renovasi rumah sudah berjalan sekitar 90 persen. Ia sudah meminta Tasripin untuk melanjutkan sekolah agar masa depannya cerah.



Masih menurut Helmi, salah seorang staf khusus kepresidenan akan mengunjungi rumah Tasripin. “Nanti siang aka nada rombongan dari staf khusus presiden,” katanya.



Helmi menambahkan, ia kaget mendengar Tasripin belum pernah main ke Purwokerto. Padahal, jarak ibu kota Kabupaten Banyumas itu hanya 22 kilometer dari rumah Tasripin. “Dia senang sekali bisa jalan-jalan ke kota,” katanya.


Pesan SBY untuk Tasripin
PURWOKERTO – Melalui staf khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi, Hariyanto, Presiden SBY menitipkan pesan untuk Tasripin. Presiden meminta agar Tasripin melanjutkan sekolahnya.

“Saya bangga dengan kekuatan dan keteguhan Nak Tasripin menghidupi ketiga adik-adiknya,” ujar Presiden SBY seperti ditirukan Haryanto, Jumat (19/4).

Haryanto melanjutkan Presiden mengaku terenyuh dengan perjuangan Tasripin. Hanya saja, kata Hariyanto, Tasripin diminta Presiden untuk melanjutkan sekolah.

Ia juga meminta pemerintah desa dan pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan rakyatnya. “Kasus seperti ini kan tidak hanya satu dua, pasti ada yang lainnya,” kata dia.

Menjawab pertanyaan Hariyanto, Tasripin bertekad untuk melanjutkan sekolah. Tasripin sendiri keluar dari sekolah saat ia kelas tiga SD karena harus mengurus adik-adiknya. “Saya ingin melanjutkan sekolah dan bercita-cita menjadi guru,” kata Tasripin.

Tasripin mengaku bersyukur mendapat bantuan segepok bantuan uang dari Presiden SBY.  Ia sendiri mengaku tak menyangka mendapat bantuan dari Presiden SBY.

Hanya saja, saat ditanya siapa Presiden Indonesia. Tasripin tampak gagap. Ia tak hapal nama presidennya. Baru setelah dibimbing, ia menjawab “Bambang Sudiyono,” ujar Tasripin, mengacu pada nama Presieden Susilo Bambang Yudhoyono.

ARIS ANDRIANTO

0 komentar:

Posting Komentar