Senin, 15 Oktober 2012

Dosen Unsoed Diduga Tipu Calon Mahasiswa



PURWOKERTO – Seorang dosen dengan inisial BB diduga menipu orang tua calon mahasiswa Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Calon mahasiswa dijanjikan bisa kuliah di Fakultas Kedokteran Unsoed dengan menyetorkan sejumlah uang ke dosen tersebut. Mereka dimintai uang sebesar Rp 95 juta hingga Rp 200 juta agar bisa kuliah di Unsoed. “Namun saat SPMB berakhir, anak kami tidak diterima,” kata TS, salah satu orang tua korban, Senin (15/10).

Ia mengatakan, ada seikitnya 12 orang tua calon mahasiswa yang juga tertipu BB. Menurut dia, BB menjanjikan anaknya bisa diterima asal mau menyerahkan sejumlah uang.

Hingga kini, kata dia, ia bersama orang tua lainnya masih menunggu pengembalian uang itu. Jika tak dikembalikan, mereka akan menempuh jalur hukum.

Ia mengatakan, setoran uang itu digunakan untuk berbagai kepentingan. Pada tahap pertama, orang tua diharuskan membayar uang sebesar Rp 45 juta. Calon mahasiswa juga diharuskan membayar biaya bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh BB. “Sisa uang pembayaran diberikan setelah pengumuman. Tapi kebanyakan sudah membayar sebelum ada pengumuman,” katanya.

Menurut dia, perbedaan besarnya uang pelicin yang diberikan orang tua calon mahasiswa, didasarkan pada latar belakang pendidikan SMA calon mahasiswanya. Bila calon mahasiswa yang akan masuk merupakan lulusan jurusan IPA, hanya dikenakan biaya Rp 95 juta. Namun yang berasal dari jurusan IPS, dikenakan biaya Rp 200 juta.

Ketua Panitia SPMB  Unsoed 2012, Satrijo Widi Purbojo mengatakan, pada pekan lalu telah kedatangan beberapa orang tua calon mahasiswa yang mengaku telah dirugikan dosen tersebut. “Mereka mendatangi kantor panitia SPMB, karena oknum dosen tersebut mengaku telah memberikan uang sebesar 10 persen kepada oknum dosen tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, dosen tersebut tidak masuk dalam panitia SPMB. Saat ini, kata dia, sudah ada empat orang tua yang sudah dikembalikan uangnya.
Humas Unsoed, Endang Istanti mengatakan, rektorat sudah mendengar informasi itu. “Pimpinan belum bisa mengambil tindakan karena belum ada laporan resmi dari korban,” katanya.

Menurut dia, laporan korban ke Panitia SPMB tidak bisa ditindaklanjuti karena Panitia SPMB 2012 saat ini sudah bubar. “Kami berharap, korban bisa melaporkan secara resmi ke rector,” kata dia menambahkan.

Pembantu Rektor II Unsoed, Eko Hariyanto mengatakan, pimpinan universitas sudah bertemu dan membahas masalah itu. Saat ini, kata dia, pihaknya masih membahasa persoalan itu. ''Kita masih akan memanggil Ketua Panitia SPMB dulu,'' katanya.

Menurut sumber Tempo di lingkaran pejabat rektorat, praktik jual beli kursi tidak hanya terjadi di Fakultas Kedokteran. Di fakultas lain juga biasa terjadi praktik ini. Besar kecilnya tarif, tergantung dari fakultas apa yang akan dimasuki.

0 komentar:

Posting Komentar